my true story

Saturday, February 7

MUAKSSSSSS.....


Iga ku terasa sesak
Gumpalan kekesalan membuat paru ku tercekat
Hangat coklat panas tak dapat mencairkan amarah ku
Coretan demi coretan cerita bergulung dalam otak ku

Kedua sisi hati ku meronta
Dentumnya serasa ingin meledak


Palsu..palsu smuanya palsu
tak ada yang dapat ku percayai
tak ada seorang pun dapat menjadi tempat mengadu
Lompatan keras serpihan hatiku serasa menyeringai

Onggokan kata kata manis
Gumpalan janji palsu
uuhh... smua cuma kemunafikan yang sadis
Mengingatnya membuatku serasa bisu

Mengapa.. mengapa harus itu yang terjadi
Tak pernah kalian pikirkan diri ku ini
Di mana smua janji
Di mana smua cinta yang suci

Badan domba berhati serigala
Dalam tempat yang terasa hikmat tetapi penuh dengan kotoran
Eaaksss... serasa mau muntah
Aku harus pergi dari neraka yang berbentuk surga

Mungkin mereka tidak pernah perduli
Yang ku butuh hanya seonggok kasih yang suci
Mungkin mereka tak pernah sadari
Diri ini nyata dan slalu ada di sini

Aku rindu cinta Mu
Aku rindu kan hadir Mu
Aku rindu suasana syahdu bersama Mu
Aku rindu diri Mu.... sigh..

=============

WOW... dasyat juga ya marahnya..

marah sama siapa?? ga ada tuh

cuma coba tulis ungkapan hati-hati yang pernah merasa kecewa aja

posted by santi at 12:30 PM

Wednesday, February 4

=======------++++++------=======

--SEKEDAR TUK BERKACA--

Sekilas bau tak sedap tercium dari tubuhnya
Tubuh kecil dengan baju kumal
Wajah kotor terkena asap dan debu jalanan
Berbekal suara seadanya menjual suara di bis kota

Kata kata memelas keluar dari mulutnya
Pura pura.. ya suara itu penuh kepura puraan
Bocah kecil seolah-olah bak Aktor cilik bersandiwara di bis kota
Mmmh... sayang sekali rasanya..

Entah siapa yang dapat disalahkan
Apakah dirinya
Apakah kerasnya kehidupan ibu kota
Apakah ke dua orang tua mereka

Terbesit anganku mengingatkan ku saat seusia mereka
Cium hangat mama dan papa memenuhi kedua belah pipi ku
Tatapan teduh mama.. suara berwibawa papa
Betapa beruntungnya diri ku

Mengapa kadangkala aku merasa tidak adil akan dunia ini
Lalu bagaimana dengan bocal kecil tadi
Bukankah aku jauh lebih beruntung dari mereka..
Bukankah aku jauh lebih merasakan indahnya kanak kanak dibanding mereka..

Huuuh..
Betapa bodohnya diri ku
Betapa bodohnya aku yang sering kali melihat ke atas
Betapa bodohnya aku yang sering kali mengeluh akan keadaan ku..

Trima kasih Tuhan...
Trima kasih tuk kasih Mu
Trima kasih tuk Anugrah Mu
Trima kasih tuk sgala hal yang tlah Kau bri kepada ku..
posted by santi at 7:06 PM