my true story
Sunday, October 3
Baca Aja deh... ^_^
Awan dan bunga bakung telah kenal lama, bahkan sebelum aku mengenal awan. Awan yang bersifat sangat tertutup sangat serasi berteman dengan bunga bakung yang pendiam dan misterius.
Sesekali ku ajak sang awan bercengkrama, banyak cerita kami lalui bersama mulai dari natal yang indah, sejuknya suasana rintik hujan, sampai kecoa kecil yang telah pergi entah kemana.
Banyak kudengar ceritanya baik saat suka maupun duka… tentang kisah kasihnya dengan bunga bakung ataupun cerita sedihnya tentang burung pipit yang telah mati karena kedinginan di musim salju lalu namun tetap mengusik tidur malamnya akan penyesalan.
Dengan keindahan dan keharumannya, bunga bakung dapat mengobati sebagian hati awan yang pilu. Sering ku lihat mereka bercengkrama dengan mesra ceria… mmhh… suatu pemandangan yang indah..
Ku kira itu suatu awal yang baik…
Namun… sesuatu terjadi di antara mereka, aku tidak tahu apa permasalahan mereka itu.
Haloo… apa yang dapat kulakukan… ternyata tidak ada yang dapat kulakukan… semua permasalahan dan pemecahan ada pada mereka..
Dunia membuat ku sibuk sehingga aku jarang bertemu mereka, bahkan beberapa saat terakhir aku tidak pernah.
Saat ku temui kembali… bunga bakung tinggal seorang diri… “Kemana awan?” tanyaku.. Namun tak dijawabnya… ku berteriak sekuat tenaga..” AAAAAAAAAAWWWWWWWWWAAAAAAAAAAAAAAANNNNN…. Engkau di mana?” Hmmmhh… sepertinya aku hanya berteriak pada bidang kosong.Awan telah berlalu… awan telah pergi… tanpa sedikitpun pesan..